Senin, 09 Januari 2017

Respon Regulasi Baru Liga Super Indonesia 2017

Sepakbola merupakan olahraga yang banyak digemari masyarakat di seluruh dunia. Bahkan di Eropa dan Amerika Latin, sepakbola bagaikan agama.

Tak mau kalah, di Indonesia sepakbola juga cukup digemari. Mulai dari anak-anak hingga lansia, semua suka sepakbola, semua punya klub kesayangan masing-masing baik lokal maupun mancanegara. Atmosfir liga sepakbola di Indonesia pun banyak digemari talenta-talenta asing. Dengan penuh ambisi banyak klub sepakbola di negara kita ini rela menghabiskan dananya untuk membeli dan menggaji pemain asing. Dilansir dari detikSport, dua pemain asing dengan gaji tertinggi saat gelaran Torabika Soccer Championship 2016 kemarin adalah Cristian Gonzalez dari klub Arema Cronus, dan Juan Belencoso dari Persib Bandung.

Di awal 2017 ini, PSSI selaku federasi sepakbola tertinggi di negeri ini membuat draft regulasi baru terkait Indonesia Super League 2017 yang akan datang. Dalam Kongres PSSI (8/1), ada beberapa draft regulasi yang direncanakan, diantaranya soal kuota pemain asing, PSSI memberlakukan aturan 2+1, artinya ada maksimal 2 pemain asing dari negara manapun, dan tambahan 1 pemain asing dari benua Asia.

Tak hanya itu, ada juga regulasi pembatasan usia pemain. Setiap klub tidak boleh memiliki lebih dari 2 pemain berusia diatas 35 tahun. Juga diwajibkan memiliki minimal 5 pemain u23 yang 3 diantaranya wajib dimainkan setiap pertandingan.

Sosialisasi draft regulasi tersebut disampaikan kepada 18 klub peserta Indonesia Super League 2017 setelah Kongres PSSI di Hotel Aryaduta, Bandung, Minggu (8/1) (FourFourTwo).
Respon positif maupun negatif pun bermunculan di kalangan pecinta sepakbola nusantara. Salah satunya dari rekan penulis yang penulis hubungi Selasa (10/1), Dwi Arga (21), mahasiswa Undip jurusan Teknik Perkapalan sekaligus penggemar klub Persipura, "Mempertahankan format kompetisi 1 wilayah 18 tim sudah bagus, untuk kuota pemain asing agaknya lebih baik disamakan dgn kuota AFC agar klub-klub Indonesia saat bertanding di AFC Cup / ACL lebih bisa bersaing dgn klub dr negara lain, selain itu pertimbangan klub yang sudah mengontrak pemain asing lebih dari kuota rasanya nggak enak kalau harus memutus kontrak. Kalau pemain u23 di skuad sih nggak ada salahnya kalau untuk tujuan pembinaan, cuma untuk klub harus memiliki tim u19 & u21, lebih baik agar lebih efisien cukup tim u19 & u16 saja karena usia 20 tahun saja sudah saatnya pemain bersaing ditingkat senior" tuturnya. Sebagai penggemar klub yang berlaga di ISL, Arga cukup mengikuti perkembangan persepakbolaan di Indonesia. Ia menyayangkan bahwa salah satu draf regulasi dari PSSI yang mewajibkan membangun skuad muda u19 dan u21 dinilai tidak efisien, pasalnya pemain sepakbola berusia 20 tahun sudah dianggap pantas untuk masuk tim senior.
Memang di liga-liga besar seperti Serie-A Italia, skuad muda di klubnya itu u17 dan u19, sehingga pemain berusia 20 tahun sudah disiapkan untuk bermain di level senior.
"Batas maksimal usia pemain saya tidak setuju, sama saja dengan menghambat dan menghentikan karir pemain yang menjadikan sepakbola sebagai mata pencaharian utamanya" tambahnya. Memang pembatasan usia maksimal 2 pemain dengan usia diatas 35 tahun terlihat seperti menghentikan karir pemain-pemain senior, masalahnya banyak klub di Indonesia yang masih menggunakan jasa pemain 'veteran' di skuad utamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar