Saat berpolitik, tentu seseorang akan menjual janji, ya, janji2 politik, yang sangat menghipnotis rakyat hingga ke setiap jengkal pelosok negeri.
Beberapa dari kita tentu masih ingat janji2 pilpres sang presiden terpilih, janji2 yang cukup berani, benar2 menghipnotis, tidak hanya satu, banyakkk!
Namun saya akan soroti salah satu saja, presiden kita pernah berjanji untuk mempersulit masuknya investor asing. Sangat bagus memang, karena akan memberikan banyak kesempatan kepada rakyat untuk bersaing investasi dikancah nasional.
Selain memberi kesempatan kepada pemodal lokal, manfaat lain juga pada pembiayaan infrastruktur dalam negeri yang bisa diperoleh dari negeri sendiri, bukan dari asing.
Namun sayang, janji hanyalah janji. Tresiden kita agaknya bisa dikatakan kurang menepati janji. Bukannya menepati janji mempersulit investor asing, yang ada justru negara kita diobral ke asing.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat kenaikan investasi asing signifikan yang bersumber pada Penanaman Modal Asing (PMA), yakni pada Januari 2015 - Juni 2016 senilai 453,8 triliun rupiah, meningkat 32,5% jika dibandingkan 3 semester sebelumnya yakni Juni 2013 - Desember 2014 senilai 342,4 triliun rupiah.
Tak hanya itu, dampak dari masuknya investor asing juga dikaitkan dengan masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang membanjiri negeri. Dimulai dari isu masuknya 10 juta TKA Cina hingga buruh Cina yang tidak memiliki perizinan serta kualifikasi yang memadai.
Dipertengahan 2015 pada sebuah pembangunan pabrik semen di Bayah, Banten, banyak terdapat TKA asal Cina. Kemudian Agustus 2015 pada peresmian PLTU Celukan Bawang di Buleleng, Bali, juga dijumpai hal serupa.
Saat klarifikasi, presiden menyebut bahwa 10 juta itu angka yang diharapkan untuk masuknya wisatawan asal Cina. Namun beliau juga bilang kalau TKA Cina 'cuma' 21 ribu. Belum lagi yang bermasalah dengan perizinan dan sebagainya. Belum lagi kita masih banyak melihat wajah penggangguran yang melukai dunia ketenagakerjaan negeri ini.
Memang benar, tenaga kerja asal negeri tirai bambu itu menurut data Kementrian Ketenagakerjaan per November 2016 mencapai 21.217 orang. meningkat 11% terhitung dari akhir 2015 yang mencapai 17.515 orang.
Jika kita telusuri, masuknya TKA Cina tersebut sejalan dengan masuknya investasi yang memang dari Cina. BKPM mencatat jumlah proyek investasi terbanyak dari Cina, yaitu 501 proyek pada 2014, meningkat 100% menjadi 1052 proyek pada 2015.
Yaa memang benar kalau 2 tahun terakhir ini presiden cukup intens mengundang investor, terutama Cina.
Dari sini bisa kita sedikit intip kepada siapa pemerintah berpihak. Kesimpulannya saya serahkan pada teman2 semua yang telah berkenan untuk membaca.
*cuma tulisan, tidak ada unsur menyudutkan pihak manapun*
sumber :
http://m.katadata.co.id/berita/2016/12/28/isu-serbuan-10-juta-pekerja-cina-ini-datanya
http://mediaindonesia.com/news/read/73969/dua-tahun-jokowi-jk-investasi-asing-tumbuh-32-5/2016-10-25
http://m.rimanews.com/ekonomi/investasi/read/20161123/308961/Investor-Lokal-Indonesia-Baru-Mencapai-400-Ribu-Orang
*artikel ini pernah dipost di timeline Line oleh penulis pada 11/1/2017*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar